Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS) melaksanakan audiensi bersama Wakil Gubernur Aceh di IBIS Hotel Semarang. Pertemuan ini menjadi momentum bagi mahasiswa dan pelajar Aceh di Semarang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IPAS, M. Haekal Zalfah, menyampaikan aspirasi mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan jauh dari daerah asal. Pertemuan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan harapan serta berbagai kondisi yang mereka hadapi selama berada di Semarang.

Selain mempererat silaturahmi, IPAS turut menyampaikan doa dan dukungan kepada kafilah Aceh yang sedang mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Dukungan tersebut diberikan dengan harapan agar kafilah Aceh dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Salah satu agenda utama dalam audiensi tersebut adalah penyampaian proposal pengadaan fasilitas serta rehabilitasi Asrama Mahasiswa Aceh Putra dan Putri di Semarang.

Pengajuan proposal ini dilatarbelakangi oleh kondisi fasilitas asrama yang membutuhkan perhatian dan pembaruan. Asrama Mahasiswa Aceh Putra telah berdiri sejak tahun 1970. Seiring berjalannya waktu, sejumlah fasilitas dan perlengkapan di dalamnya mengalami penurunan kondisi sehingga perlu mendapatkan perhatian untuk menunjang kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Asrama Mahasiswa Aceh Putri yang relatif lebih baru masih membutuhkan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Kondisi asrama yang belum dilengkapi fasilitas secara memadai menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi tersebut.

Melalui pengajuan proposal ini, IPAS berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas kedua asrama tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya hunian yang lebih layak, nyaman, dan menunjang aktivitas pendidikan mahasiswa Aceh selama berada di Semarang.

Audiensi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara mahasiswa Aceh di Semarang dengan Pemerintah Aceh. IPAS berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat memperoleh tindak lanjut, sehingga Asrama Mahasiswa Aceh Putra dan Putri di Semarang dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi generasi mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di luar daerah.
← Kembali ke daftar